PENGANTAR DAN ASAS-ASAS HUKUM ADAT INDONESIA

Text-only Preview

PENGANTAR DAN ASAS-ASAS
HUKUM ADAT INDONESIA










OLEH :

BEWA RAGAWINO, S.H., M.SI.



























FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS PADJADJARAN

DAFTAR PUSTAKA




1. Abdurrahman, S.H.., 1984, Hukum Adat Menurut Perundang-undangan
Republik Indonesia, Jakarta, Cendana Press

2. Arthur, Schiller A dan E Adamson Hoebel, 1962, Adat Law In Indonesia,
Jakarta, Bhratara.

3. Hadikusuma, Hilman, Prof., S.H., 1992, Pengantar Ilmu Hukum Adat
Indonesia, Bandung, Mandar Maju.

4. Hartono, Sumarjati,Dr.,S.H., 1989, Dari Hukum Antar Golongan ke
Hukum Antar Adat, Bandung, Citra Aditya Bakti.

5. Kartohadiprodjo, Soediman, Prof. S.H., 1978, Hukum Nasional Beberapa
Catatan, Bandung, Bina Cipta.

6. -----------------------------------, 1984, Pengantar Hukum Di Indonesia,
Jakarta, Ghalia Indonesia.

7. Koesno, Moh, Prof,Dr,S.H., 1992, Hukum Adat Sebagai Suatu Model
Hukum Bag. I (Historis), Bandung, Mandar Maju.

8. Muhammad, Bushar, Prof,S.H.,1986, Asas-Asas Hukum Adat Suatu
Pengantar, Jakarta, Pradnya Paramita.

9. Pudjosewojo, Kusumadi, Prof..S.H., 1984, Pedoman Pelajaran Tata
Hukum Indonesia, Jakarta, Aksara Baru.

10. Soepomo, R, Prof, Dr, S.H., 1966, Bab-Bab Tentang Hukum Adat,
Jakarta, Universitas.

11. ---------------------------------- , 1980, Hukum Perdata Adat Jawa Barat,
Bandung, Sumur Bandung.

12. Subekti, R, Prof, S.H., 1983, Hukum Adat Indonesia Dalam Yurisprudensi
Mahkamah Agung, Bandung, Alumni

13. Sudiyat, Iman, Prof,S.H., 1981, Asas-Asas Hukum Adat Bekal Pengantar,
Yogyakarta, Liberty.

14. Tamakiran, S.H., 1992, Asas-Asas Hukum Waris Menurut Tiga Sistem
Hukum, Bandung, Pionir Jaya.
120







15. Van Dijk, R, Prof,Dr, 1982, Pengantar Hukum Adat Indonesia, Bandung,
Sumur Bandung.
16. Widnjodipoero, Soerojo, S.H., 1987, Pengantar dan Asas-Asas Hukum
Adat, Jakarta, Haji Masagung.
121


DAFTAR ISI












Hal
Kata Pengantar








i
Daftar Isi









ii
BAB I : PENDAHULUAN
1

1. Pengertian dan Istilah Adat
1

2. Istilah Hukum Adat
2

3. Pengertian Hukum Adat
3

4. Teori Reception In Complexu
6

5. Perbandingan Antara Adat Dengan Hukum Adat
7
BAB II : SIFAT-SIFAT UMUM HUKUM ADAT INDONESIA
10

1. Corak-Corak Hukum Adat Indonesia
10

2. Dasar Hukum Sah Berlakunya Hukum Adat
13

3. Sumber-Sumber Hukum Adat
15

4. Pembidangan Hukum Adat
16
BAB III : SEJARAH HUKUM ADAT
19

1. Sejarah Singkat
19

2. Bukti Adanya Hukum Adat Indonesia
20

3. Sejarah Politik Hukum Adat
25

4. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Hukum
27
Adat
BAB IV : PERSEKUTUAN HUKUM ADAT
31

1. Pengertian
31

2. Lingkungan Hukum Adat
35

3. Struktur Sosial Masyarakat Indonesia
53



ii


BAB V : HUKUM PERORANGAN
57

1. Manusia
57

2. Badan Hukum Sebagai Subyek Hukum
58
BAB VI : HUKUM KEKELUARGAAN
62

1. Keturunan
62

2 Hubungan Anak Dengan Orang Tuanya
63

3 Anak Yang Lahir Tidak Normal
65

4. Hubungan Anak Dengan Keluarga

65

5. Memelihara Anak Yatim Piatu
66

6. Mengangkat Anak (Adopsi)
67
BAB VII : HUKUM HARTA PERKAWINAN
69
BAB VIII : HUKUM PERKAWINAN
72

1. Pertunangan
73

2. Perkawinan
73

3. Perceraian
75

4. Beberapa Istilah
76
BAB IX : HUKUM ADAT WARIS
78

1. Pengertian Hukum Adat Waris
78

2. Beberapa Hal Penting Dalam Hukum Adat Waris
79

3. Sistem Kewarisan Adat
79

4 Penghibahan atau Pewarisan
81

5. Para Ahli Waris
81
BAB X : HUKUM HUTANG PIUTANG
86

1. Hak Atas Perumahan, Tumbuh-Tumbuhan, Ternak, dan
86
Barang

2. Sumbang Menyumbang, Sambat Sinambat, Tolong
87
Menolong

3. Panjer ( Tanda Yang Kelihatan
88

4. Kredit Perseorangan
88

iii


BAB XI : HUKUM TANAH
90

1. Kedudukan Tanah Dalam Hukum Adat Sangat Penting
90

2. Hak Persekutuan Atas Tanah
90

3. Hak Perseorangan Atas Tanah
92

4. Transaksi-Transaksi Tanah
92

5. Pemindahan Hak Atas Tanah
93

6. Hukum Benda Lepas Atau Hukum Benda Bergerak
98
BAB XII : HUKUM PERJANJIAN
103

1. Perjanjian Kredit
103

2. Perjanjian Kempitan
104

3. Perjanjian Tebasan
104

4. Perjanjian Perburuhan
105

5. Perjanjian Pemegangkan
105

6. Perjanjian Pemeliharaan
106

7. Perjanjian Pertanggungan Kredit
107

8. Perjanjian Serikat
107

9. Perjanjian Bagi Hasil
109

10. Perjanjian Ternak
111
BAB XIII : DELIK ADAT
114

1. Pengertian
114

2. Beberapa Jenis Delik Adat Dalam Lapangan Hukum Adat
116

3. Objek Delik Adat
117

4. Petugas Hukum Untuk Hukum Adat
119



DAFTAR PUSTAKA







120




iv
























iii
v








vi


BAB I
PENDAHULUAN

1. Pengertian dan Istilah Adat
Apa yang dimaksud dengan adat ?
Istilah adat berasal dari bahasa Arab, yang apabila diterjemahkan dalam
Bahasa Indonesia berarti “kebiasaan”.
Adat atau kebiasaan telah meresap kedalam Bahasa Indonesia, sehingga
hampir semua bahasa daerah di Indonesia telah menganal dan menggunakan
istilah tersebut.
Adat atau kebiasaan dapat diartikan sebagai berikut :
“Tingkah laku seseoarang yang terus-menerus dilakukan dengan cara tertentu
dan diikuti oleh masyarakat luar dalam waktu yang lama”.
Dengan demikian unsure-unsur terciptanya adat adalah :
1. Adanya tingkah laku seseorang
2. Dilakukan terus-menerus
3. Adanya dimensi waktu.
4. Diikuti oleh orang lain/ masyarakat.
Pengertian adat-istiadat menyangkut sikap dan kelakuan seseorang yang
diikuti oleh orang lain dalam suatu proses waktu yang cukup lama, ini
menunjukkan begitu luasnya pengertian adat-iatiadat tersebut. Tiap-tiap
masyarakat atau Bangsa dan Negara memiliki adat-istiadat sendiri-sendiri,
yang satu satu dengan yang lainnya pasti tidak sama.
1


Adat-istiadat dapat mencerminkan jiwa suatu masyarakat atau bangsa dan
merupakan suatu kepribadian dari suatu masyarakat atau bangsa.
Tingkat peradaban, cara hidup yang modern sesorang tidak dapat
menghilangkan tingkah laku atau adat-istiadat yang hidup dan berakar dalam
masyarakat.
Adat selalu menyesuaikan diri dengan keadaan dan kemajuan zaman, sehingga
adat itu tetap kekal, karena adat selalu menyesuaikan diri dengan kemjuan
masyarakat dan kehendak zaman.
Adat-istiadat yang hidup didalam masyarakat erat sekali kaitannya dengan
tradisi-tradisi rakyat dan ini merupakan sumber pokok dari pada hukum adat.
Menurut Prof. Kusumadi Pudjosewojo, mengatakan bahwa adat adalah
tingkah laku yang oleh masyarakat diadatkan. Adat ini ada yang tebal dan ada
yang tipis dan senantiasa menebal dan menipis. Aturan-aturan tingkah laku
didalam masyarakat ini adalah aturan adat dan bukan merupakan aturan
hukum.
2. Istilah Hukum Adat
Istilah “Hukum Adat” dikemukakan pertama kalinya oleh Prof.Dr. Cristian
Snouck Hurgronye dalam bukunya yang berjudul “De Acheers” (orang-orang
Aceh), yang kemudian diikuti oleh Prof.Mr.Cornelis van Vollen Hoven dalam
bukunya yang berjudul “Het Adat Recht van Nederland Indie”.
Dengan adanya istilah ini, maka Pemerintah Kolonial Belanda pada akhir
tahun 1929 meulai menggunakan secara resmi dalam peraturan perundang-
undangan Belanda.
2